Labels:
AGAMA
-
NAMA 25 NABI & ROSUL DALAM AGAMA ISLAM YANG WAJIB DIKETAHUI
- NABI ADAM AS.
- NABI IDRIS AS.
- NABI NUH AS.
- NABI HUD AS.
- NABI SHOLEH AS.
- NABI IBROHIM AS.
- NABI LUTH AS.
- NABI ISMAIL AS.
- NABI ISHAK AS.
- NABI YA’KUB AS.
- NABI YUSUF AS.
- NABI AYUB AS.
- NABI SYU’AIB AS.
- NABI MUSA AS.
- NABI HARUN AS.
- NABI DZULKIFLI AS.
- NABI DAUD AS.
- NABI SULAIMAN AS.
- NABI ILYAS AS.
- NABI ILYASA AS.
- NABI YUNUS AS.
- NABI ZAKARIA AS.
- NABI YAHYA AS.
- NABI ISA AS.
- NABI MUHAMMAD SAW.
- NABI ADAM AS.
- NABI IDRIS AS.
- NABI NUH AS.
- NABI HUD AS.
- NABI SHOLEH AS.
- NABI IBROHIM AS.
- NABI LUTH AS.
- NABI ISMAIL AS.
- NABI ISHAK AS.
- NABI YA’KUB AS.
- NABI YUSUF AS.
- NABI AYUB AS.
- NABI SYU’AIB AS.
- NABI MUSA AS.
- NABI HARUN AS.
- NABI DZULKIFLI AS.
- NABI DAUD AS.
- NABI SULAIMAN AS.
- NABI ILYAS AS.
- NABI ILYASA AS.
- NABI YUNUS AS.
- NABI ZAKARIA AS.
- NABI YAHYA AS.
- NABI ISA AS.
- NABI MUHAMMAD SAW.
Makna Zakat
Labels:
AGAMA
- Thursday, November 28, 2013
Makna Zakat
Menurut Bahasa(lughat), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10) Menurut Hukum Islam (istilah syara’), zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy) Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.
Penyebutan Zakat dan Infaq dalam Al Qur-an dan As Sunnah
Zakat (QS. Al Baqarah : 43)
Shadaqah (QS. At Taubah : 104)
Haq (QS. Al An’am : 141)
Nafaqah (QS. At Taubah : 35)
Al ‘Afuw (QS. Al A’raf : 199)
Hukum Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.
Macam-macam Zakat
a. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.
b. Zakat Maal (harta).
Syarat-syarat Wajib Zakat
a. Muslim
b. Aqil
c. Baligh
d. Memiliki harta yang mencapai nishab.
DOA QUNUT (BACAAN DAN TERJEMAHNYA)
Labels:
AGAMA
- Wednesday, November 27, 2013
DO'A QUNUT
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ
وَقِنِي بِرحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ
فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ
Labels:
Teknologi
-
5 Kamera Tercanggih Canon Tahun 2013
Canon– Canon baru saja
merilis lima kamera digital tercanggih. Diantara lima kamera tersebut, ternyata
mempunyai keunggulan langsung terkoneksi ke jejaring sosial, seperti facebook
dan twitter. Berikut ulasan kamera digital terbaru canon, seperti dilansir
merdekacom.
1. Canon PowerShot SX510
HS Canon PowerShot SX510 HS memiliki 30 kali zoom optik, lensa 24mm wide-angle,
teknologi Intelligent IS yang sangat tajam, vivid images, sensor 12,1MP CMOS,
dan Canon DIGIC 4 Image Processor. Tidak hanya itu, Canon PowerShot SX510 HS
ini dapat merekam video Full HD dan dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi, sehingga
akan sangat memudahkan Anda untuk langsung mengunggah foto di jejaring sosial.
Rencananya, Canon PowerShot SX510 HS akan dijual dengan harga USD 249,99 dolar
atau sekitar Rp 2,5 juta.
2. Canon PowerShot SX170 IS Canon PowerShot SX170
IS dilengkapi dengan zoom optik 16x dengan lensa 28mm wide-angle, serta Optical
Image Stabilization. Optical Image Stabilization inilah yang mebuat kamera
digital ini mampu menangkap gambar dengan sangat jelas, tanpa memandang obyek
tersebut berada dekat ataupun jauh. Selain itu, Canon PowerShot SX170 IS akan
didukung oleh DIGIC 4 Image Processor dan sensor 16MP yang juga mampu merekam
video HD 720p. Rencananya, kamera ini akan dijual dengan harga USD 179,99 atau
setara dengan Rp 1,8 juta, pada bulan September nanti.
3. Canon PowerShot N Kamera ini dilengkapi
dengan tombol dengan logo Facebook yang memungkinkan pengguna untuk dapat
mengunggah foto langsung dari kamera. Namun karena tidak memiliki jaringan
3G/4G, Anda baru dapat mengunggah foto jika ada koneksi Wi-fi, atau tether
melalui perangkat mobile. Untuk mempermudah pengguna Canon PowerShot N
dilengkapi LCD layar sentuh 2,8 inci. Selain itu Canon PowerShot N juga
didukung dengan sensor lensa 12.1 megapixel dengan 8x zoom, 28mm wide-angle
lens, dan fitur kreatif yang memungkinkan pengguna untuk mengatur tingkat
ketajaman gambar. Canon PowerShot N Facebook ini dibanderol dengan harga USD
299.99 atau sekitar Rp 3,2 juta dan dapat dibeli secara online melalui Canon
Direct Online Store.
4. Canon PowerShot G16 Canon PowerShot G16
memberikan koneksi Wi-Fi sehingga memungkinkan Anda untuk mengupload hasil
jepretan ke situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan
Flickr. Bisa juga melalui penggunaan CANON IMAGE GATEWAY. Anda pun juga dapat
memilih untuk mengunggah dari mana saja, baik Android maupun iOS, sebab
perangkat ini terhubung dengan kedua sistem operasi tersebut, tentu saja hal
itu dapat dilakukan setelah menginstal Canon CameraWindow yang dapat didownload
secara gratis. Canon PowerShot G16 menghadirkan lensa wide=angle 28-140. Kamera
ini memilik sensor 12,1MP CMOS High-Sensitivity, sehingga akan memaksimalkan
hasil foto Anda meski dalam keadaan minim cahaya. Direncanakan, kamera ini akan
dijual mulai Oktober nanti dengan harga USD 549,99 dolar atau setara dengan Rp
5,5 juta.
5. Canon PowerShot S120 Kamera ini
memungkinkan Anda untuk berbagi foto serta video di situs jejaring sosial dan
email melalui IMAGE GATEWAY CANON karena memiliki tradisi built-in teknologi
Wi-Fi. Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengunduh gratis aplikasi Canon
CameraWindow yang kompatibel dengan perangkat Android atau iOS. Sehingga Anda
dapat mengupload gambar dimana pun Anda berada, asalkan masih tetap terhubung
dengan Wi-Fi. Kamera ini memiliki sensor 12,1MP dan mampu melakukan perekaman
video. Dikatakan dalam sumber tersebut, Canon PowerShot S120 dibanderol dengan
harga USD 449,99 atau setara dengan Rp 4,5 juta, rilis bulan Oktober.
Labels:
AGAMA
-
Pengertian
Tobat Dalam al-Qur’an
Jika ditinjau dari segi etimologi, term tobat adalah bentuk masdardari
kata dasar تاب-
يتوب- توبة tersusun
dari akar kata ت- و- ب Kata ini memiliki arti asal الرجوع (kembali). Contoh dalam kalimat
تاب من ذنبه sama
dengan kalimat رجع عنه ,
berarti ia telah meninggalkan perbuatan dosanya.[1]
Dalam beberapa kamus bahasa Arab,
kata tobat diartikan sebagai al-rujû’ min al-dzambi yang artinya “kembali dari perbuatan
dosa”. Di dalam hadist disebutkan bahwa al-nadmu taubatun “penyesalan itu manifestasi tobat”.
Orang yang bertobat kepada Allah (wa tâba
ilâ Allâh) adalah kembali kepada Allah dari perbuatan maksiat
dengan taat kepada-Nya (wa ra’aja ‘an al-ma’siat ilâ al-tâ’at). Jadi menurut
Abu Mansur, asal dari kata tobat adalah kembali kepada Allah. yakni ketika
seorang hamba telah bertobat kepada Allah, maka Allah akan kembali menerima
hamba-Nya dengan pemberian ampunan.[2]
Senada
dengan pengertian di atas, Ibrahim Anis, et. al, mendefinisikan tobat sebagai
berikut :
الاعتراف
والندم والاقلاع والعزم على الاّ يعاود الانسان مااقترفه
Artinya : “Tobat adalah pengakuan penyesalan, pencabutan
terhadap perbuatan masa lalunya yang kelam), dan itikad manusia untuk tidak
membinasakan (mengulang-ulangi) dosa yang telah diperbuatnya. Oleh karenanya
tobat itu dapat menghilangkan perbuatan dosa”.[3]
Sementara menurut al-Ashfahany,
tobat merupakan upaya meninggalkan perbuatan dosa dengan cara yang baik. Tobat
adalah cara penyesalan yang terbaik. Masih menurut al-Ashfahany, ia
mengklasifikasikan penyesalan menjadi tiga; adakalanya orang yang menyesal
mengatakan “saya tidak melakukan”, atau dia berkata “saya melakukan karena
sebab begini”, atau “saya melakukan dan dan saya berkehendak dan sungguh saya
telah mencabutnya”. Tobat secara syara’ adalah menanggalkan perbuatan dosa
karena kejelekannya, dan menyesal atas kealpaannya serta bertekad untuk
meninggalkan kebiasaan buruk.[4]
Mencermati
beberapa pengertian tobat yang telah dikemukakan di atas, kendati dalam bahasa
yang berbeda namun secara substantif para ulama mencapai kesepakatan bahwa
makna asal kata tobat adalah kembali. Yang dimaksud kembali dalam konteks ini
adalah kembali kepada Allah dengan ketaatan dan ketundukan, mengerjakan apa
yang diperintahkan Allah serta meninggalkan perbuatan yang dilarang-Nya.
Seorang yang bertobat kepada Allah adalah mereka yang mengakui perbuatan
kelamnya, menyesalinya serta mencabut segala kekhilafan masa lalunya dan
beriktikad untuk tidak mengulangi lagi perbuatan kelam yang dilarang oleh Allah
tersebut dengan penuh kesungguhan.
Jika
melihat dari penjelasan leksikal yang telah diuraikan di atas, maka dapat
diketahui bahwa kata tobat selalu dikaitkan dengan kata dosa dan maksiat.
Seakan perbuatan bertobat merupakan satu konsekuensi yang dilakukan hanya untuk
hamba yang melakukan perbuatan dosa dengan meninggalkan Allah dan
melanggar perintah-Nya karena telah melakukan perbuatan maksiat dan dosa.
Dengan penuh kesadaran dan penyesalan atas perbuatan dosa dan maksiat
yang dilakukannya kemudian ia berkeinginan untuk kembali kepada Allah dengan
penuh ketaatan. Namun, persoalan yang muncul kemudian apakah perbuatan tobat
dilakukan hanya karena kesalahan dan dosa yang pernah dilakukakan, atau dengan
kata lain tobat hanyalah penebusan atas kesalahan dan dosa manusia? Jika benar
demikian, maka tobat itu hanya untuk mereka yang berbuat dosa dan maksiat.
Namun pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah; bagaimana dengan orang yang
tidak berbuat maksiat, apakah dengan demikian ia tidak perlu bertobat dalam
artian kembali kepada Allah?
Dalam
al-Quran, masalah tobat memang lebih
banyak disebabkan karena perbuatan
kesalahan, dosa, maksiat, kebodohan, kezaliman serta bentuk penyimpangan dari
jalan Tuhan yang lain, semisal kekufuran. Namun ternyata tidak semua ayat-ayat
al-Qur’an tersebut mensyaratkan perbuatan dosa sebagai hal yang menyebabkan
terjadinya tobat akan tetapi tobat juga disebut sebagai kewajiban seorang hamba
kepada Penciptanya agar senantiasa mengingat Allah kapan pun dan di dimanapun
ia berada. Dengan tidak kembali kepada Allah, berarti ia telah tidak berjalan
di atas ketentuannya. Hal ini tercermin di dalam QS. Al-Ahqâf (46): 15
Artinya : “Dan kami
perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya yang
telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah
(pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga
apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia
berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu
yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku
dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan
mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada engkau, dan
sungguh, aku termasuk orang-orang yang memasrahkan diri”.
Dalam
konteks ayat di atas, tobat dilakukan bukan karena perbuatan dosa yang telah
dilakukan, akan tetapi merupakan manifestasi dari kesadaran yang tinggi dari
seorang hamba yang telah tunduk terhadap aturan-aturan Tuhan. Data lain tentang
tobat itu dilakukan bukan karena perbuatan dosa, akan tetapi karena ia sebagai
hamba Allah. Pernyataan Allah akan menerima tobat dari hamba-Nya, terdapat
dalam QS. al-Taubah (9): 104.
Artinya : “Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah
menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat (nya) dan bahwa Allah maha
penerima tobat lagi maha penyayang?”
Sementara
dalam ayat lain disebutkan bahwa tobat bukan dilakukan sebab telah melakukan
perbuatan dosa, akan tetapi merupakan salah satu tanda keimanan seseorang, di
samping beribadat, menepati janji, yang ruku’ dan yang bersujud. Hal ini
dijelaskan dalam QS. al-Taubah (9): 112.
Artinya: “Mereka
adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang
melawat, yang ruku’, yang bersujud, yang menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah
kemungkaran dan yang menjaga hukum-hukum Allah. Dan berilah berita gembira
orang-orang yang beriman”.
Melihat
data-data otentik yang tertera di dalam al-Quran tersebut, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa perbuatan tobat yang dilakukan seorang hamba tidak selamanya
karena disebabkan oleh perbuatan dosa yang telah ia lakukan, akan tetapi karena
merupakan kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan kata lain tobat
merupakan bentuk realisasi keislaman dan tanda keimanan seorang hamba yang
senantiasa menggantungkan diri kepada Tuhannya.
Di dalam al-Quran
sendiri, kalimat tobat terdiri dari beberapa bentuk. Antara
lain, bentuk kata kerja dan bentuk masdar yang menunjuk pada
arti pekerjaan atau perbuatan. Kedua,
bentuk kata tobat ini ditemukan dalam
al-Qu’ran sebanyak 73 kali dengan rincian:
63 kali dalam bentuk kata
kerja (fi’il)
dengan klasifikasi 17 ayat berupa makkiyah dan
46 ayat berupa ayat madaniyah,[5] dan 10 kali
dalam bentuk masdar (dua masdar
mîmî dan
selebihnya masdar gaira mîm),
dengan klasifikasi dua ayat berupa
ayat makkiyah dan delapan ayat madaniyah.[6]
Selain dalam bentuk kata kerja
dan masdar , dijumpai juga bentuk-bentuk lain
dari kata tobat, yang memiliki kedekatan makna yang berbentuk ism fâil dan sifat musabbahat
bi ism fâ’il (sifat
yang menyerupai ism fa’il).
Sementara kata tobat dalam bentuk ism fâ‘il ditemukan dalam al-Qur’an sebanyak dua
(2) kali dengan rincian: Satu kali kata al-tâ‘ibât (bentuk jam’u
mu’annas salîm) terdapat dalam QS. al-Tahrîm (66): 5, dan satu kali
kata al-tâibûna (bentuk jam’u
mudzakkar salîm) terdapat dalam QS. al-Taubah (9): 112 Term tobat dalam bentuk musabbahat
bi ism fâ’il dijumpai
dalam al-Qur’an sebanyak 12 kali dengan rincian: Delapan kali kata tawwâb terdapat dalam QS. al-Baqarah (2): 37,
54, 128 dan 160, QS. al-Taubah (9): 104 dan 118, QS. al-Nûr (24): 10 dan
QS. al-Hujarât (49): 12. Kata tawwâbân disebut tiga kali dalam al-Qur’an
dalam QS. al-Nisâ‘ (4): 16 dan 64, QS. al-Nasr (10): 3. Kata al-tawwâbîna disebut satu kali dalam QS. al-Baqarah
(2): 222.[7]
Dengan demikian, berarti kata
tobat dan kata-kata yang seakar dengannya ditemukan dalam al-Quran sebanyak 87
dengan varian bentuknya. Ada yang berbentuk kata kerja, baik kata kerja bentuk
lampau (madhi) , kata kerja bentuk sedang
atau akan datang (mudhari’) maupun kata kerja dalam
bentuk perintah (amr). Ada juga yang berbentuk masdar baikmasdar mîmî maupun dalam bentuk kata ism fâil dan musabbahat bi ism fâil.
Kata tobat dalam bentuk ism fâ’il mengandung makna orang atau pelaku
dari dari tobat dan perbuatan tobat baginya merupakan kebiasaan atau perbuatan
yang telah menjadi karakteristiknya. Ism fâ’il menunjukkan pada makna orang yang
telah terbiasa melaksanakan tobat.
Kata tobat dalam bentuk musabbahat
bi ism fâil, manakala disebut dalam bentuk mufrâd(tunggal)
maka kata tersebut bermakna Tuhan sebagai zat yang benar-benar menerima
tobat hamba-Nya.[8] Kata tawwâb dalam artian Tuhan sebagai zat yang
menerima tobat disebut dalam al-Qur’an sebanyak 11 kali sebagaimana yang
terdapat dalam QS. al-Baqarah (2): 37 dan 54
Artinya : “Maka Nabi Adam telah menerima beberapa ayat
dari Tuhannya, maka dia bertobat kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia Zat
yang Maha menerima tobat dan Maha Penyayang”. (QS. al-Baqarah, 2 :
37)
Artinya: : ”Dan
tatkala Nabi Musa berkata kepada kaumnya, wahai kaumku sesungguhnya kamu
sekalian telah berbuat zalim terhadap dirimu sendiri dengan menjadikan anak
lembu (sebagai sesembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhanmu, dan bunuhlah
dirimu sendiri. Yang demikian itu lebih baik bagimu di sisi Tuhanmu. Maka Allah
menerima tobatmu, dan sesungguhnya Dia adalah Zat yang Maha penerima tobat dan
Maha Penyanyang’. (QS. al-Baqarah/2 : 54)
Term التواب dalam
beberapa ayat tersebut menunjukkan pada makna Allah sebagai zat
yang benar-benar menerima tobat (قابل
التوب )
sebagai terdapat dalam QS. al-Mu’minûn (40): 3
Artinya: “Yang Mengampuni dosa dan Menerima
tobat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia…’[9]
Allah disebut dengan التواب oleh karena Ia kembali kepada
hamba-Nya yang bertobat dengan memberikan ampunan.[10] عاد عليه
بالمغفرة
Kata tawwâb juga digunakan dengan pengertian
“hamba yang sungguh-sungguh bertobat. Kata tawwâb dalam pengertian ini disebut satu kali
dalam bentuk jam’u mudzakkar salîmterdapat
dalam QS. al-Baqarah (2): 222. Bunyi ayat tersebut adalah:
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid.
Katakanlah bahwa haid itu adalah kotoran, maka hendaklah kamu menjauhi wanita
wanita yang sedang haid itu dan janganlah kamu sekali-kali mendekatinya hingga
tiba masa sucinya. Jika mereka telah suci, maka gaulilah mereka di tempat yang
diperintahkan Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan
menyukai orang-orang mensucikan diri”.
Dalam konteks ayat di atas, kata
التوابين dalam ayat tersebut bermakna “hamba
Allah yang banyak bertobat”. [11] Tobat bagi kelompok ini benar-benar
telah menjadi bagian penting di dalam jiwanya sehingga ia benar-benar
senantiasa melaksanakan tobat dengan sebenar-benarnya.
Berangkat
dari penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa subtansi tobat adalah
kembali kepada Allah baik karena sebab-sebab kesalahan, penyimpangan yang
dilakukannya selama ini maupun karena kewajibannya sebagai orang Islam dan
orang yang beriman. Hal ini ditujukan disamping sebagai bentuk pengakuan atas
segala kesalahan yang telah dilakukannya juga sebagai bukti dari seorang hamba
yang senantiasa menggantungkan dirinya kepada Allah.
Labels:
AGAMA
- Thursday, November 7, 2013
Ikhlas menurut Islam
Assalamu’ alaikum to all my visitors. Tahukah kalian syarat diterimanya ibadah adalah rasa ikhlas sebagaimana diterangkan dalam ayat Al Qur'an (QS. Az Zumar: 65)," Jika kamu mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu." Dengan ikhlas kita tidak akan tersesat ke jalan yang tidak diridhoi Allah, dengan ikhlas pula kita tidak akan menjadi orang yang riya’ atau sombong, karena sombong itu merupakan sifatnya setan. Syaitan berkata,” Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah menetapkanku sesat, sungguh akan kuusahakan agar anak manusia memandang indah segala yang tampak di bumi dan aku akan sesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hambaMu dari antara mereka yang ikhlas(Al-Hijr: 39-40).
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya’ akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.Tetapi banyak dari kita yang beribadah tidak berlandaskan rasa ikhlas kepada Allah SWT, melainkan dengan sikap riya’ atau sombong supaya mendapat pujian dari orang lain. Hal inilah yang dapat menyebabkan ibadah kita tidak diterima oleh Allah SWT.
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya’ akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.Tetapi banyak dari kita yang beribadah tidak berlandaskan rasa ikhlas kepada Allah SWT, melainkan dengan sikap riya’ atau sombong supaya mendapat pujian dari orang lain. Hal inilah yang dapat menyebabkan ibadah kita tidak diterima oleh Allah SWT.
Manfaat dan Keutamaan Ikhlas
1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT.
3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT.
5. Doa kita akan diijabah.
6. Dekat dengan pertolongan Allah.
7. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
8. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat.
9. Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
10. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid
11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
12. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT)
1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT.
3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT.
5. Doa kita akan diijabah.
6. Dekat dengan pertolongan Allah.
7. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
8. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat.
9. Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
10. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid
11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
12. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT)
Subscribe to:
Posts (Atom)




